CLASIFIED MUSIC | ORIGINS | 28 Oktober 2020

Berbagai Kekacauan 2020 Jadi Inspirasi Album Baru Muse

Kata siapa pandemi COVID-19 bikin kreativitas musisi tersendat? Buktinya, Muse malah jadikan berbagai kekacauan di 2020 ini sebagai inspirasi buat album terbaru mereka. Seperti apa albumnya?

Share buat tambahin poin lo!
Share   Tweet

Bisa dibilang, tahun ini menjadi tahun yang cukup baik bagi penggemar Muse. Seperti yang lo tahu, belum lama ini, tepatnya Agustus 2020, Muse baru saja merilis live movie dari album terakhir mereka, Simulation Theory! 

Film ini menampilkan latar dunia sci-fi era 80-an. Menariknya, film ini memiliki tema yang membahas tentang virus yang mengambil alih realitas manusia. Padahal, film ini dibuat sebelum pandemi COVID-19 berlangsung, lho!

Selain itu, Muse juga dikabarkan sedang sibuk menggarap album baru. Album baru Muse ini adalah lanjutan dari album terakhir mereka; Simulation Theory yang dirilis 2018 silam. Kabarnya, album baru Muse ini terinspirasi dari berbagai kekacauan yang terjadi selama 2020!

Kabar tersebut diungkapkan langsung oleh sang frontman, Matt Bellamy, yang ngomong kalau doi nulis album baru Muse ini karena terinspirasi dari protes besar saat “Black Lives Matter”. Matt bilang, semua kekacauan di 2020 menyebabkan kegelisahan yang terasa sangat pas dengan musik yang dibuatnya. 

Menariknya lagi, Matt menggunakan gitar Fender Telecaster 1983 yang baru ia beli dalam proses rekaman album baru Muse kali ini. Gitar itu terbilang cukup spesial karena sempat digunakan mendiang musisi Jeff Buckley untuk menggarap album Grace (1993).

Tomorrow’s World, Project Solo Matt Bellamy

Selain disibukkan garapan album baru Muse, Matt Bellamy juga sibuk dengan project solonya. Seperti yang lo tahu, belum lama ini Matt Bellamy rilis single solonya Tomorrow’s World setelah merilis Pray (High Valyrian)yang menjadi soundtrack serial Game Of Thronesmelalui kanal Youtube miliknya.

Pengerjaan single ini tidak terlepas dari kehidupan Matt Bellamy di masa lockdown pandemi COVID-19. Menurutnya, Tomorrow’s World menggambarkan secara lengkap suasana hati dan perasaan yang disebabkan adanya lockdown selama pandemi COVID-19 ini.

Bahkan, Matt Bellamy ngomong kalau kejadian di 2020 seperti mengingatkan dirinya tentang apa yang paling penting di dalam hidup. Beberapa di antaranya adalah menemukan optimisme, penghargaan, serta harapan untuk masa depan.

Enggak hanya itu, menurut Matt Bellamy, judul yang dipilih juga terinspirasi dari acara TV BBC 80-an,  Tomorrow’s World, yang ditonton pas masa kecil doi.

Matt Bellamy dan The Jaded Hearts Club

Kesibukan Matt Bellamy enggak hanya sampai di situ. Pelantun Absolution ini juga lagi fokus bareng supergrupnya, The Jaded Hearts Club, yang berisikan Miles Kane, Sean Payne, Jamie Davis, dan Nic Cester.

Sebelumnya, mereka sempat merilis single berjudul Love Heart Of Mine Starved Heart Of Mine (It’s Killing Me). Dengan Cester sebagai vokalis utama, lo bakal melihat gimana serunya band ini membawakan lagu Marvin Gaye yang sempat dirilis dari brankas Motown pada 1994 lalu.

Kabar menarik lainnya dari Matt Bellamy, belum lama ini The Jaded Hearts Club juga merilis debut album bertajuk You’ve Always Been Here. Sayangnya, adanya pandemi menyebabkan mereka harus menghentikan rencana promo tour album mereka tahun ini. 

Buat lo yang mungkin belum sempat dengar lagu dari debut album The Jaded Hearts Club enggak perlu kecewa. Soalnya, lo sudah bisa mendengarkan album You’ve Always Been Here melalui aplikasi Apple Music. 

 

Album ini berisikan banyak lagu emosional yang diimbangi alunan suara luar biasa. Pastinya, album ini bakal bikin lo makin semangat mengisi hari-hari selama karantina dan WFH lo di rumah, sob!


Photography By : Dok. Shutterstock/Christian Bertrand

Share buat tambahin poin lo!
Share   Tweet

Related Article

Semangat Do It Yourself (D.I.Y) adalah sebuah credo wajib bagi anak-anak punk. Etos itu pun berlaku ...
Album penuh kedua Rich Brian yang hidup dengan pendekatan berbeda ...
Kesan pertama saya saat melihat aksi panggung Pemuda Sinarmas “Njir, ribet banget sih? Nge-DJ pake ...
Rap dan Hip-hop adalah sebuah genre musik yang kerap kali dikaitkan dengan Black Culture. ...
Cepat, bising namun harmonis. Tiga kata itu mungkin cukup tepat untuk menggambarkan musik yang dirac ...
Berbicara mengenai musik death metal di Yogyakarta tentu saja tak akan lepas dari sebuah band bernam ...
Dunia memang tidak bisa diprediksi bagi Kuntari. Setelah menggeluti jazz, world music, dan neoklasik ...
Siapa tak kenal almarhum Gesang, maestro Keroncong Indonesia? ...
Selang lima tahun, akhirnya Dialog Dini Hari melepas album terbarunya. ...
Single soal kemerdekaan dan megenrekan diri mereka ‘90 rock electronic dance indie ...
Baru-baru ini, pihak film Gundala mengumumkan tujuh lagu terpilih dalam sayembara #GundalaSongTribut ...
Dipha Barus,--di tanah air, nama DJ yang baru dinobatkan sebagai DJ of The Year di Paranoia Awards 2 ...
Pada akhirnya ini semua bercerita tentang gairah. Tulang-tulang yang bengkok dan kita masih tetap bi ...
Bangkitnya The Godfather of Broken Heart ...
Melihat lebih dekat sosok Anda yang karyanya tidak bisa dipandang sebelah mata. Latar belakang dan p ...
Ada pangkal yang memulai seteru sampai sikap dan prinsip yang tercermin dalam lagu. ...
a techo music is not just a genre, its more than music, its a spirit of the life to rise the adrenal ...
“Semua yang Asri Hancur, Semua yang Asli Luntur.” ...
Pecinta musik elektronik berduka atas kepergian Florian Schneider, co-founder dari Kraftwerk pada Me ...
Ada beberapa musisi luar negeri yang membuktikan bahwa adanya pandemi nggak jadi halangan untuk mere ...
Sebagai pecinta musik, rajin nonton konser sampai koleksi merchandise itu hal biasa. Biar lo naik le ...
Festival Glastonbury tahun ini terpaksa ditunda sebagai efek pandemi COVID-19. Namun untuk mengobati ...
Ada kabar baik nih buat fans Oasis, mereka bakalan luncurin koleksi vinyl spesial buat ngerayain 25 ...
Duo elektronik asal Bandung, Bottlesmoker, menciptakan musik dengan cara yang unik. Mereka menyambun ...
Tingginya antusiasme TikTok memberikan pengaruh baik pada band rock 60-an asal London, yaitu Fleetwo ...
Please wait...