CLASIFIED CULTURE | JOURNEY | 12 Juli 2019

Gara-Gara Si Grady, Gitar di Dunia Ini Jadi Berisik

Waktu saya lihat gitar listrik, yang identik dari benda satu ini adalah suara "grrrrr", "bzzz", dan sebagainya. Seru sih. Apalagi kalau pakainya di waktu yang tepat.

Share buat tambahin poin lo!
Share   Tweet

Orang-orang biasanya bilang itu karena efek gitar. Bentuknya ada yang tersendiri dan biasanya disebut "mobil-mobilan" soalnya ukurannya kecil sekitar seukuran telapak tangan (ya seukuran mobil mainan juga, makanya disebut begitu).

Ada juga efek gitar berbentuk satu papan panjang. Injakannya atau pedalnya pun berderet-deret. Artinya, suaranya bisa lebih macam-macam lagi karena banyak pilihan. 

Kok bisa gitu ya? Maksud saya, pertanyaannya bukan soal kenapa injakan pedal yang menggantikan tombol dan bank suara itu bisa jadi bagian dari proses suara gitar yang berbeda-beda. Pertanyaan saya, siapa yang punya ide kayak begitu, sampai-sampai gitar yang harusnya cuma bunyi "jreng" jadi "jrrrrngggggngngngbzzzrrrhh......".

Kalau soal bertanya-tanya kenapa bisa begini dan kenapa bisa begitu di dunia gitar listrik, kita mau enggak mau mesti kembali ke era 1950-an atau bahkan lebih jauh lagi. Di sekitaran dekade-dekade itu, orang-orang yang doyan utak-atik elektronik macam Leo Fender sudah bikin gitar listrik supaya suaranya keras.

Tapi ternyata bukan dia yang bikin suara gitar jadi berisik. Akhirnya penelusuran mendarat di tahun 1960-an atau tepatnya menjelang tahun itu. "Tudingan" pun jatuh ke seseorang yang bernama Grady. Lucunya, dia melakukan itu tanpa sengaja. 

Jadi, ceritanya, waktu itu status Grady adalah pemain gitar cabutan. Di tahun 1950-an, sepenelusuran saya, dia sudah bantu main gitar untuk Elvis Presley, Buddy Holly, sampai Johnny Cash.

Tapi momen bersejarah itu sendiri muncul waktu Grady main gitar buat penyanyi yang namanya Marty Robbins. Judul lagunya Don't Worry (1961). Namanya juga gitaris cabutan. Main terus buat siapa saja, sampai pada ampli gitarnya sewaktu-waktu rusak.

Saat itu, Marty Robbins si penyanyi sedang mengeluarkan suaranya untuk rekaman part vokal yang manis sejak lagu dibuka. Begitu terus dan orang rasanya sudah dibuai.

Nah, akhirnya giliran Grady yang masuk untuk kasih part melodi. Eh yang keluar bukan cuma melodi gitar, tapi dalam bentuk suara kuat yang terdengar "Fzzz... Fzzz... Fzzz... Fzzz..." Kalau misalnya saya ada di zaman itu, yakin sih, saya juga kaget. Maksudnya, eh apa yang aneh ya?

Hasilnya itu kalau digambarkan kayak lagi enak-enak makan sushi, tapi tiba-tiba—tepok jidat—enggak ada yang bilang kalau di bagian tengahnya ada wasabinya. Atau kayak makan lontong tapi—ah ini idenya siapa sih—enggak ada yang bilang-bilang kalau di tengahnya ada cabai rawit. 

Sebenarnya sih yang direkam dalam single piringan hitam itu kesalahan kan? Tapi rupanya orang-orang sadar, ini adalah step baru menuju masa depan rock and roll. 

Di zaman itu, para pendengarnya enggak paham mau menyebut itu apa. Akhirnya yang beredar di masyarakat ya onomatope. Kayak anjing kalau di Indonesia dibilang "gukguk" karena bunyi gonggongannya. Juga kayak kucing dibilang "meong" karena suaranya. Nah, suara gitar yang dibikin Grady pun akhirnya dibilang "fuzz".

Tapi kalau bicara siapa yang lebih dulu ciptakan efek gitar, wah ini sih mungkin harusnya jadi predikat buat musisi-musisi eksploratif kayak Jackie Brenston & His Delta Cats di lagu Rocket 88 (1951), Johnny Burnette Train Kept A-Rollin (1956), sama Link Wray Rumble (1958)—yang jadi hero buat gitaris Led Zeppelin, Jimmy Page.

Jauh sebelum itu, pas dicari-cari, ternyata musisi Les Paul sudah bikin manipulasi suara pakai sistem reel-to-reel recording tape. Hasil akhirnya dinamai efek echo.

Terus kenapa kredit gitar berisik fuzz justru jatuh ke tangan Grady? Ini juga yang bikin saya tambah penasaran. Pertama, menurut saya, Grady langsung menangkap momen ramainya wacana suara rusak di amplinya, yang orang-orang sebut "fuzz". Akhirnya, dia bikin rekaman sesuai namanya: The Fuzz.

Gambarannya mungkin kayak satu perusahaan yang terkenal lebih dulu dan masih eksis untuk buat air mineral kemasan. Waktu orang masih bingung konsep yang ternyata berguna itu dan tanya "ini namanya apa?" ya yang disebut adalah merek produk itu. 

Alasan lainnya juga soal suara yang memang sangat aneh dibanding yang terdengar di Rocket 88 (1951), Train Kept A-Rollin (1956), sama Rumble (1958), sekalipun baru muncul 1961. Ditambah suara gitar Grady ini tidak dibunyikan dari awal kayak di lagu Rocket 88, Train Kept A-Rollin, dan Rumble. Keluarnya cuma di waktu tertentu, dan bikin kejutan, yang jarang-jarang muncul memang bikin cari perhatian. Hehehe. 

Tapi ngomong-ngomong, penasaran juga, sebenarnya apa sih yang terjadi pada gitar Grady waktu itu? Sepenelusuran saya, transistor di ampli Grady tiba-tiba terlalu kuat, dan malah bikin sinyal gitar yang harusnya tersalurkan normal jadi terjepit-jepit. Akhirnya suara ajaib itu keluar. Kencang nyaris sember. Suara sekuat itu mungkin bikin orang mikir. Soalnya, suara tersebut belum pernah ada di dunia ini, pada masanya.

Belum beres sampai di sana, waktu itu produser pun sempat adu argumen dengan band Grady, The Nashville A-Team. Mereka berdebat apakah lagu ini akan dipakai atau enggak. Eh akhirnya diputuskan deh, biarkan suara aneh itu tetap masuk di lagu dan ikut tersebar via rekaman. 

Tuh kan. Kadang kita enggak pernah tahu. Cuma karena hal simpel, kesalahan simpel, keputusan simpel, sesuatu bisa jadi otentik dan bikin hal-hal baru yang malah eksis sepanjang zaman: efek gitar, musik distorsif, dan sebagainya.

 

Penulis: Wahyu Harjanto

Editor: Fik


Photography By : Dokumentasi Kokerekayu

Share buat tambahin poin lo!
Share   Tweet

TAGGED :

Related Article

Mural sosok dua tokoh ini menyapa saya dikala tiba di kota kelahiran, Solo, Jawa Tengah. ...
Koleksi piringan hitam makin hari harganya makin naik. Meskipun dari zaman ke zaman pembelinya makin ...
Waktu lihat video Jason Dennis lijnzaat main di venue skatepark Palembang saat Asian Games 2018, say ...
Buat saya, toko barang bekas dan barang antik adalah "museum" kecil-kecilan. Semua barang yang lampa ...
Buat saya, musik itu pancing energi, apalagi setelah kerjakan semua yang penting-penting dan lagi bu ...
Tour? Memangnya tempat wisata? Atau memang bisa jadi tempat wisata Instagram? Enggak tahu juga. Engg ...
"Dulu waktu awal-awal kerja di daerah Cikini, gue tinggal jalan sedikit ke Jalan Surabaya kalau lagi ...
Tidak banyak yang saya ingat dari tahun 1999. ...
Kalau ngomongin Rossi Musik tuh ingetnya underground, abang-abangan metal, outfit hitam dari ujung k ...
Legoh menyajikan kuliner Manado yang enak di lidah. Namun siapa sangka juru masaknya adalah drummer ...
Circa 2000-an skena dipenuhi dengan manusia-manusia rambut berponi hampir nutupin mata ...
Jam menunjukan hampir pukul 12 malam ketika Saya memasuki pelataran parkir Boshe VVIP Club, Jogja. ...
Selamat dan sukses buat Suneater Coven sudah resmi sebagai kolektif musik baru ibukota yang akan dip ...
Penggunaan plastik harus segera dihentikan. Sebelum laut penuh plastik lalu sampahnya kembali ke mej ...
Pada tulisan sebelumnya saya mengenang 1999 sebagai tahun paling underrated dalam sejarah musik mode ...
Mungkin saja sebagian anak muda millenial sekarang bakal punya anggapan ...
Tren kedai kopi susu kekinian nampaknya masih akan terus berlanjut panjang. ...
K-pop lebih dari sekadar “musik berbahasa asing.” K-pop adalah bagian dari gelombang budaya Kore ...
Jika kegiatan charity atau sumbangsih sosial dilakukan dengan cara memberi kebutuhan pokok dan diisi ...
Digitalisasi tata suara membawa banyak manfaat bagi berbagai pihak ...
Sebelum semakin banyak yang hilang tak tentu rimbanya, karya musik Indonesia dapat diselamatkan lewa ...
Digitalisasi adalah cara jitu saat ini untuk melestarikan sejarah musik Indonesia. Tentunya dengan p ...
Industri musik Indonesia sedang sedang gemar melakukan peralihan format rekaman dari bentuk keping c ...
Di Indonesia kebiasaannya justru lebih sering mengeluarkan single dibanding full album. ...
Biar lebih membaur, lagu nasionl harus kita perdengarkan dan dendangkan di banyak tempat umum. ...
Musisi yang gemar menulis dan masih aktif merilis karya, ia sedang aktif bekerja di sebuah digital a ...
Kolektor dan pecinta musik Indonesia ini mendedikasikan hasrat bermusiknya lewat pengarsipan musik b ...
Vokalis yang juga punya kompetensi di bidang strategi konten digital. Ia implementasikan lewat .Feas ...
Saya berharap budaya pengarsipan ini tidak hilang begitu saja dan menjadikan kita generasi yang hila ...
Meski jadi salah satu yang kena hantaman krisis akibat pandemi, berbagai brand lokal ini turun tanga ...
Hal-hal simpel yang mungkin kita lupakan ternyata berpengaruh pada kesehatan mental kita di masa pan ...
Ngerasa tidur enggak nyenyak atau bahkan susah merem padahal sudah tengah malam? Bisa jadi lo kena g ...
Buat lo para penggemar Super Mario Bros, kayaknya tahun ini bakal jadi momen spesial buat lo anak 90 ...
Sebagai fans film fiksi Marvel, lo pasti bertanya-tanya gimana kelanjutan Black Panther tanpa sosok ...
Please wait...