CLASIFIED ARTS | SHOWCASE | 24 November 2020

Karya Dua Seniman Indonesia Ini Tersemat dalam Koleksi Tas Coach

Belum lama ini, Coach meluncurkan koleksi tas terbaru. Menariknya, koleksi tersebut menampilkan dua karya seniman Indonesia. Siapakah mereka?

Share buat tambahin poin lo!
Share   Tweet

Baru-baru ini, salah satu brand fashion ternama dunia, Coach, meluncurkan koleksi terbaru mereka yang bertajuk “Art of Signature”. Satu hal yang membanggakan dari koleksi ini adalah keterlibatan dua seniman Indonesia, yaitu Abenk Alter dan Ykha Amelz. Kabarnya, Coach memilih kedua seniman Indonesia ini karena karakter mereka yang ceria dan optimis.

Menurut pihak Coach, Abenk Alter adalah salah satu seniman Indonesia yang memiliki ciri khas simbol figuratif dan abstrak. Seluruh karya Abenk Alter dinilai memiliki “DNA” yang sama dengan Coach, yaitu menyenangkan dan optimis. 

Pada kolaborasi ini, Abenk Alter membuat karya dengan judul “Floral of the Future”. Desain menyerupai bunga ini ternyata memiliki makna yang cukup dalam. Bagi Abenk, gambar tersebut menggambarkan orang-orang yang berbagi kebahagiaan dan harapan.

Sementara itu, Ykha Amelz menggambar karakter berbentuk awan bernama Sunday. Seniman Indonesia yang dikenal dengan karakter Babbot-nya ini menggambarkan Sunday yang sedang meniup permen karet dan membentuk bubble

Menurut Ykha Amelz, karakter Sunday ini memiliki kesan yang ceria, santai, supel, dan ramah layaknya hari Minggu. Harapannya, bagi siapa saja yang melihat Sunday dapat mengingat kembali hari-hari yang menyenangkan, meskipun masih di tengah pandemi.

Buat lo yang mungkin berencana memberi hadiah untuk si doi, boleh banget ngasih koleksi edisi terbatas tas Coach kolaborasi dengan seniman Indonesia ini. Mudah saja, kok, koleksi tas ini bisa lo dapetin langsung di butik Coach Grand Indonesia, Plaza Indonesia, Senayan City, dan beberapa mal di Jakarta.

Sekilas tentang Abenk Alter 

“Siapa Abenk Alter? Apa iya, dia orang yang sama dengan mantan vokalis Soulvibe itu?”

Mungkin itu salah satu pertanyaan yang terlintas di kepala lo saat membaca artikel ini. Yup, benar banget sob. Ini adalah Abenk Alter atau yang dulu jadi vokalis Soulvibe. Abenk Alter memilih cabut dari grup dan membulatkan tekad untuk menekuni ilmu di dunia seni, terutama seni lukis.

Seniman dengan nama asli Rizqi Ranadireksa merupakan salah lulusan DKV Universitas Binus Nusantara. Lo mungkin bertanya-tanya, kenapa namanya diganti sebagai Abenk Alter, bukan? Menurut doi, nama Abenk Alter lebih menunjukkan “his own soul artist identity”.

Bisa dibilang kanvas menjadi salah satu otoritas pribadinya. Soalnya, dia bisa bebas berkreasi sesuai dengan imajinasinya sekaligus mengekspresikan emosi pribadi. Seluruh gambar yang dihasilkan pure dari imajinasi Abenk selama ini.

Imajinasi tersebut mengantarkan Abenk Alter ke berbagai proyek seni. Salah satunya adalah mengikuti salah satu pameran seni ternama di Indonesia, yaitu PLAY IN PROGRESS di Plaza Indonesia. 

Tak hanya itu, Abenk Alter juga punya banyak karya lain, seperti karya lukis yang dipamerkan dalam kolektif Rest Area di Galeri Nasional, mural di cafe Filosofi Blok M, serta membuat custom denim jeans berpola untuk personel RAN.

Rentetan karya tersebut membuat Abenk Alter semakin dikenal banyak orang dan dihargai sebagai salah satu seniman Indonesia.

Sekilas tentang Ykha Amelz

Sama halnya dengan Abenk Alter, Yfana Khadija Amelz atau Ykha Amelz juga memiliki perjalanan karir yang cukup panjang sebelum dikenal sebagai salah satu seniman ternama Indonesia.

Sejak 2008, Ykha Amelz sudah memulai karir sebagai ilustrator dan bereksplorasi melalui karya-karya visualnya. Enggak heran kalau sekarang doi termasuk sebagai salah satu ilustrator senior sekaligus seniman Indonesia yang memiliki banyak portofolio berkualitas.

Pada 2014, Ykha Amelz memutuskan untuk meluncurkan fashion brand miliknya yang bernama DIBBA. Kemudian, ia sempat membuat berbagai merchandise Babbot, karakter anjing french bulldog yang turut menjadi ikonkaryanya.

Ykha Amelz sudah sering berkolaborasi dengan beberapa brand besar, seperti Nike, Heineken, dan Martha Tilaar. Tak hanya itu, doi juga pernah mengisi ilustrasi di beberapa majalah, mulai dari Elle, Nylon, Harper’s Bazaar, Still Loving Youth, Hello Bali, hingga Provoke!

 

Menarik sekali ya, kiprah para seniman Indonesia makin dikenal di Indonesia dan dunia.


Photography By : Dok. Shutterstock/I Am EM

Share buat tambahin poin lo!
Share   Tweet

Related Article

Eyehategod adalah band sludge metal asal Amerika Serikat, tepatnya New Orleans, Louisiana. ...
Hadirnya para musisi mancanegara nggak lepas dari peran promotor konser. ...
Apakah nama besar yang diusung bisa mendulang kesuksesan universe superhero lokal ini? ...
Please wait...