CLASIFIED MUSIC | ORIGINS | 13 Agustus 2019

Seven Eight Two, Hip-Hop dan Good Vibes

Rap dan Hip-hop adalah sebuah genre musik yang kerap kali dikaitkan dengan Black Culture.

Share buat tambahin poin lo!
Share   Tweet

Rap dan Hip-hop adalah sebuah genre musik yang kerap kali dikaitkan dengan Black Culture. Lirik dan attitude yang ditampilkan kebanyakan menggambarkan situasi kehidupan dan keresahan komunitas masyarakat kulit hitam. Hal ini kemudian membuat musik rap dan hip-hop jadi idientik dengan kehidupan jalanan, perkelahian gang dan drugs dealing, walaupun memang tak selalu demikian.

Berangkat dari pemahaman itu duo rapper dari Jogja, Rave Rodhestra dan Wara Ola, kemudian sepakat mengibarkan bendera mereka di blantika musik hip-hop Indonesia. Menggunakan nama Seven Eight Two, duo rapper ini menyuarakan lirik-lirik naratif tentang kejadian sehari-hari dalam balutan irama soul khas West Coast, California.

Saat ditemui di studio tattoo tempatnya bekerja, Rave dengan bersemangat menceritakan proses kreatifnya dalam panji Seven Eight Two. Pemuda kelahiran Yogyakarta ini dengan luwes menuturkan kisah pertemuannya dengan musik hip-hop, kali pertama membentuk grup, sampai akhirnya menciptakan musik bersama Wara Ola, partner duonya.

Seven Eight Two awalnya dikenal dengan nama Blocalito 782. Nama ini diambil dari gabungan domisili nomer rumah tiap personilnya, yaitu kawasan Blok O, Kaliurang dan Rotowijayan. Pada mulanya, BlocCalito 782 yang digawangi oleh Rave, Hila dan Roco hanyalah sebuah project iseng-iseng belaka. Tak disangka project iseng-isengan yang dimulai tahun 2013 ini berhasil merilis 10 single.

“BlocCalito 782  itu nama lama. Dulu kan bertiga Aku, Hila, Roco. Bloc dari Blok O rumahnya Hila, tempat tinggalnya Hila dulu. Terus Kali dari Jalan Kaliurang. Sama Rotowijayan diambil To-nya. Terus 782-nya digabungin dari antara nomer rumah. Digabungin jadi satu,”ungkap Rave saat ditanya soal arti nama BlocCalito 782.

Rave menambahkan, berdirinya BlocCalito 782 juga didorong oleh kebosanan mereka bertiga melihat warna musik yang monoton di skena hip-hop Jogja kala itu. Menurut pengamatan mereka nuansa old school sangat menonjol dan mendominasi panggung hip-hop kala itu.

Walaupun banyak dipengaruhi skena hip-hop luar negeri, musik BlocCalito 782 juga dipengaruhi masa kejayaan Pesta Rap, sebuah album kompilasi musisi hip-hop lokal yang booming di dekade 90’an. Bagi Rave pribadi, apresiasi yang tinggi layak diberikan pada musisi-musisi hip-hop yang tergabung dalam kompilasi Pesta Rap, melihat hasil rekaman musik mereka ditengah keterbatasan teknologi pada waktu itu.

Sekian lama berjalan, Hila dan Roco harus undur diri dari BlocCalito 782. Sejak pengunduran diri Hila dan Roco itu, Rave harus berjalan sendirian menggerakan roda Blocalito 782. Sempat mengajak seorang rapper untuk bergabung, Rave akhirnya memutuskan untuk mengganti nama BlocCalito 782 menjadi Seven Eight Two. Dengan mengajak Wara Ola bergabung, Seven Eight Two kemudian resmi dibentuk tahun 2018 dengan konsep baru yang berbeda dari sebelumnya.

Nuansa Good Vibes Seven Eight Two

Seven Eight Two ingin menonjolkan nuansa good vibes dalam musik yang diciptakannya. Beat yang lebih chill dan tempo yang agak lambat jadi andalan dalam lagu-lagu Seven Eight Two. Musik yang sedemikian rupa dipilih oleh Rave dan Wara Ola agar dapat muncul hal baru, yang membuat pendengar lagu-lagu mereka tidak merasa bosan. Selain itu, penciptaan konsep baru musik Seven Eight Two juga upaya untuk keluar dari bayang-bayang Blocalito 782.

Ditanya soal warna musik yang diipilih, Rave menjawab bahwa Seven Eight Two berupaya untuk menghadirkan nuansa soul dan rythm and blues yang jadi ciri hip-hop West Coast, California. Kedewasaan dalam bermusik jadi alasan mengapa Seven Eight Two ingin memperdengarkan alunan yang lebih smooth. Berbeda dengan saat masih menggunakan nama Blocalito 782, dimana musik mereka lebih kental dengan ketukan bertempo cepat.

“Sekarang senangnya pada kembali ke old school, kan. Old school East Coast, New York gitu, lebih ke ketukan. Kalo West Coast tuh lebih ke nuansa sama ada (suara) flutenya gitu. Terus ada nyanyinya. Kalem, chill banget,imbuh Rave.

Sejauh ini, perubahan konsep bermusik dalam Seven Eight Two menuai respon positif. Jika ada beberapa komentar miring, Rave dan Wara Ola memilih untuk tidak menggubrisnya dan tetap fokus pada proses kreatif yang mereka jalani. Toh, bagi mereka, komentar-komentar miring itu tak menyurutkan support yang diterima dari teman-teman selingkaran.

Urusan single, dengan nama Seven Eight Two, Rave dan Wara Ola baru saja merilis satu single. Single yang berjudul Enjoy The Process ini menarasikan kilas balik perjalanan dari kedua personil Seven Eight Two dalam scene musik hip-hop. Liriknya bicara soal pencapaian, pengalaman serta proses pendewasaan mereka dalam bermusik.

Di lagu yang baru itu kan nyeritain kemarin tuh ngapain aja. Aku pengen bahas yang kemarin-kemarin. Kenapa lama ga bikin lagu, ga bikin single,” ungkap Rave saat menjelaskan makna dibalik single pertama Seven Eight Two.

Single Enjoy The Process rencananya akan jadi bagian dari mini album yang bakal dirilis oleh Seven Eight Two. Pengerjaan mini albummereka yang pertama ini dilakukan secara santai dan tanpa target waktu. Intinya mereka tak ingin merasa diburu waktu dalam mengerjakan album yang rencananya akan dirilis dalam bentuk digital dan fisik itu.

Dalam mini album yang diproduseri oleh Sound Star (Kediri) itu nanti, lagu-lagunya akan bicara soal “Hood”. Liriknya akan bicara soal kejadian sehari-hari yang mereka lihat, alami dan dengarkan. Beberapa peristiwa berasal dari cerita kehidupan teman-teman dekat. Intinya, Seven Eight Two berupaya mengemas cerita-cerita kehidupan yang muncul di lingkungan sekitar dalam alunan musik hip-hop yang mereka bawakan.

 

Penulis: Britto Wirajati

Editor: Fik


Photography By : Istimewa

Share buat tambahin poin lo!
Share   Tweet

TAGGED :

Related Article

Semangat Do It Yourself (D.I.Y) adalah sebuah credo wajib bagi anak-anak punk. Etos itu pun berlaku ...
Album penuh kedua Rich Brian yang hidup dengan pendekatan berbeda ...
Kesan pertama saya saat melihat aksi panggung Pemuda Sinarmas “Njir, ribet banget sih? Nge-DJ pake ...
Cepat, bising namun harmonis. Tiga kata itu mungkin cukup tepat untuk menggambarkan musik yang dirac ...
Berbicara mengenai musik death metal di Yogyakarta tentu saja tak akan lepas dari sebuah band bernam ...
Dunia memang tidak bisa diprediksi bagi Kuntari. Setelah menggeluti jazz, world music, dan neoklasik ...
Siapa tak kenal almarhum Gesang, maestro Keroncong Indonesia? ...
Selang lima tahun, akhirnya Dialog Dini Hari melepas album terbarunya. ...
Single soal kemerdekaan dan megenrekan diri mereka ‘90 rock electronic dance indie ...
Baru-baru ini, pihak film Gundala mengumumkan tujuh lagu terpilih dalam sayembara #GundalaSongTribut ...
Dipha Barus,--di tanah air, nama DJ yang baru dinobatkan sebagai DJ of The Year di Paranoia Awards 2 ...
Pada akhirnya ini semua bercerita tentang gairah. Tulang-tulang yang bengkok dan kita masih tetap bi ...
Bangkitnya The Godfather of Broken Heart ...
Melihat lebih dekat sosok Anda yang karyanya tidak bisa dipandang sebelah mata. Latar belakang dan p ...
Ada pangkal yang memulai seteru sampai sikap dan prinsip yang tercermin dalam lagu. ...
a techo music is not just a genre, its more than music, its a spirit of the life to rise the adrenal ...
“Semua yang Asri Hancur, Semua yang Asli Luntur.” ...
Pecinta musik elektronik berduka atas kepergian Florian Schneider, co-founder dari Kraftwerk pada Me ...
Ada beberapa musisi luar negeri yang membuktikan bahwa adanya pandemi nggak jadi halangan untuk mere ...
Sebagai pecinta musik, rajin nonton konser sampai koleksi merchandise itu hal biasa. Biar lo naik le ...
Festival Glastonbury tahun ini terpaksa ditunda sebagai efek pandemi COVID-19. Namun untuk mengobati ...
Ada kabar baik nih buat fans Oasis, mereka bakalan luncurin koleksi vinyl spesial buat ngerayain 25 ...
Please wait...